Dirimu


Senja menyapa seolah memberi tahu bahwa aku akan meninggalkan hari ini dan menyambut esok dengan mentari yang mungkin saja lebih cerah dari tadi pagi. Semilir angin menembus jendela meniupkan tirai tipis yang menutup gelap diluar kamar. redup, mungkin bulan tak semampu matahari tuk menerangi dunia ini, atau mungkin memang takdirnya hanya memancarkan cahaya yang sendu, setidaknya masih bisa melihat tanah dan rumput atau bebatuan ketika seseorang barjalan dalam gelap dan pekatnya malam. malam yang bagiku bisa disebut sebagai perjalanan menuju esok.atau jika bulan semampu matahari, apakah aku akan mengenal malam yang berarti tak ada esok. apakah esok aku akan mendapatkan sebuah hadiah terindah yang pernah ada dalam hidupku? esok yang juga berarti sebuah harapan, dan kemarin berubah nama menjadi masa lalu. Dirimu, dirimulah harapan itu, aku bertemu dengan mu, rahasia Tuhan yang  tak pernah aku tau dan seorang pun tahu mungkin juga termasuk dirimu, yang jelas aku bahagia.Dirimu menyeka airmata, Dirimu menghapus sedih yang kemarin temani hari-hariku. Dirimu ibarat mentari yang selalu dijanjikan oleh senja kemarin.Mentari yang menghapus embun pagi di hijaunya dedaunan, sama seperti sedih ku yang kau hapus dengan cahayamu. apakah aku dapat menyulam hari agar cerita ku tetap sama hingga akhir bersamamu, bukan dengan yang lain. aku tak mau lagi bertemu dengan mentari-mentari lainnya, tapi bukankah mentari hanya ada satu? ya maka dari itu aku berharap kau yang menjadi cahaya dalam hidupku. karena dirimu, aku selalu mempunyai harapan baru. aku selalu membisikkan rindu saat kau tak disampingku, saat aku melalui gelap dan terang dengan bintang dan bulan sebagai hiasan, aku selalu mengatakan aku mencintaimu meski kata-kata itu tak keluar langsung, aku rasa kau mendengarnya dari bisikan angin yang menyentuh lembut wajahmu disana. dan ketika esok tiba lagi, aku masih ingin dan akan selalu menulis cerita yang sama, yaitu dirimu. Serta selalu ku berdoa agar Tuhan selalu bersama dengan mu disetiap langkah kakimu. Dirimulah yang selalu dan senantiasa ku harap, kurindu, kucinta, Alfitransyah.

0 komentar:

Posting Komentar